Login FB
Tentang Penulis

Bagaimanakah Efek Samping OAINS dalam Jangka Waktu Lama ?

Info Oleh ariandhita | General Health | 3 years ago
Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) sudah banyak dijual secara bebas. Saat ini masyrakat tahu obat apa yang bisa meredakan nyeri kepala tanpa harus ke dokter. Namun, jika digunakan terlalu sering, misalnya setiap pusing minum obat penghilang nyeri, ini dapat berakibat buruk pada berbagai macam sistem dalam tubuh, yaitu pada saluran pencernaan, sistim hematopoetik (darah), ginjal, kulit dan hati.

TRAKTUS GASTROINTESTINALIS
Obat AINS bekerja dengan menekan sintesis prostaglandin,maka OAINS cenderung menyebabkan iritasi lambung dan mengakibatkan ulkus peptikum. Prostaglandin mengakibatkan penekanan sekresi asam lambung dan membantu pertahanan mukosa lambung, jadi prostaglandin bersifat sitoprotektif gastrointestinal (melindungi mukosa lambung).
Pada manusia pemberian prostaglandin dapat mengurangi insiden kehilangan darah melalui tinja yang diakibatkan aspirin dan secara endoskopis dapat terlihat adanya perbaikan dari kerusakan mukosa lambung dan duodenum.
Gejala lain yang diakibatkan oleh OAINS antara lain dispepsia (perasaan tidak nyaman pada perut dapat beruapa mual, muntah, nyeri epigastrium, heart burn (rasa seperti terbakar). Caruso dkk. meneliti secara gastroskopis efek 12 OAINS yang diberikan tunggal atau secara kombinasi pada 164 pasien dengan Artritis Reumatoid dan 84 pasien dengan Osteoartritis. Selama 1 tahun pengobatan, temyata 31 pasien secara endoskopis
dipastikan mengalami lesi gaster. Lesi terdapat pada 51% pasien yang mendapat pengobatan OAINS multipel. Semua OAINS menyebabkan kerusakan gaster, yang terbesar adalah yang disebabkan oleh aspirin dan yang paling kurang adalah sulindak dan diflunisal. Perdarahan gastrointestinal yang dicetuskan oleh aspirin dan OAINS cenderung lebih berat, oleh karena obat ini dapat menurunkan agregasi trombosit dengan mekanisme penekanan pāda siklo-oksigenase.

HATI DAN LIMPA
Pada penelitian dari FDA terlihat bahwa pada 5,4% pasien Artritis Reumatoid yang diobati dengan aspirin, ditemukan peningkatan persisten lebih dari 1 test fungsi hati, dan hal yang sama ditemui juga pada 2,9% pasien yang diobati dengan OAINS lainnya. Keadaan ini biasanya tanpa gejala dan penghentian atau penurunan dosis umumnya dapat menormalkan kembali nilai transaminase. Usia lanjut, fungsi ginjal yang menurun, penggunaan obat multipel, dosis yang tinggi, terapi jangka lama merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko toksisitas hati.Masa protrombin dan peningkatan bilirubin merupakan tanda prognostik yang buruk dan merupakan pula tanda awal dari penyakit hati yang progresif yang dapat mengakibatkan nekrosis hati yang fatal.

GINJAL
Prostaglandin Vasodilator E2 dan I1 meningkatkan aliran darah ginjal, meningkatkan ekskresi air, meningkatkan ekskresi natrium klorida dan merangsang sekresi renin. Sedang PGF2a dan TxA2 yang vasokonstriktor dapat menurunkan fungsi ginjal pada keadaan glomerulonefritis akibat rejeksi transplantasi. PGE2 dan PGI2 yang dibentuk di dalam glomerolus mempunyai pengaruh terutama pada aliran darah dan tingkat filtrasi glomerulus; PGI1 yang diproduksi pada arteriol ginjal juga mengatur aliran darah gin jai. PGE2 yang disintesis oleh sel interstitial medula, membantu mengatur aliran darah ginjal ke medula;
PGE2 juga disintesis di dalam duktus koligentes, dapat mengubah permeabilitas duktus terhadap air dan reaksinya terhadap hormon antidiuretik. Pengaruh zat ini terhadap ginjal langsung berhubungan dengan potensinya dalam menghambat produksi prostaglandin ginjal, seperti yang terlihat dengan hambatan kskresi prostaglandin urin. Penghambatan siklo-oksigenase dapat menyebabkan terjadinya hiperkalemi, hal ini sering sekali terjadi pada penderita diabetes melitus, penderita insufisiensi ginjal ringan hingga sedang dan penderita yang menggunakan penyekat beta, inhibitor enzim yang mengubah angiotensin, atau diuretika yang menjaga kalium (potassium sparing). Penghambat siklo-oksigenase ternyata juga menurunkan daya kerja obat anti hipertensi dan daya kerja obat diuretik.

KULIT
Menurut laporan Akademi Dermatologi di Amerika tahun 1984, reaksi kulit paling sedikit dilaporkan pada penggunaan piroksikam, zomepirac, sulindak, sodium meclofenamat, benaxoprofen. Erupsi morbiliform yang ringan, reaksireaksi obat yang menetap, reaksi-reaksi fotosensitifitas, erupsivesikobulosa, serum sickness dan eritroderma exfoliatif semuanya pernah dilaporkan.

REAKSI HIPERSENSITIFITAS
Pada beberapa pasien dengan asma bronkial, terutama yang mempunyai trias: rinitis vasomotor, poliposis nasal dan asma akut sering mengalami reaksi ini. Hal ini disebabkan oleh hambatan prostaglandin yang bersifat bronkodilator.

SISTEM HEMATOPOIETIK
OAINS mengganggu secara reversibel agregasi trombosit dengan cara menghambat siklo-oksigenase trombosit, dan menghambat sintesis TxA2. Efek ini menetap hanya selama obat itu ada, tetapi dapat meningkatkan beratnya perdarahan gastrointestinal. Pada keadaan preoperatif OAINS harus dihentikan cukup lama sebelum pembedahan untuk memberi kesempatan ekskresi obat yang lengkap, lebih kurang 4â5 kali waktu paruh dari obat.
Laporkan Thread Ini

Jika Anda suka dengan tulisan ini silahkan berbagi

medicalera.com
ariandhita @ 3 years ago
Iya dok, keluhan muntah dan BAB merah kehitaman selama saya menjadi koas di bagian interna hampir setiap hari datang. Penyebabnya jika tidak karena pecah varises esofagus pada sirosis hepatis, paling sering adalah terjadinya erosi pada lambung akibat penggunaan OAINS tanpa pengawasan.
Sekali lagi menurut saya, penting bagi masyarakat tahu bahwa tidak selamanya penggunaan penghilang nyeri itu tidak memiliki efek samping. Dokter juga memiliki peranan untuk mengedukasi pasiennya, jika pasien sering konsumsi OAINS ini.
medicalera.com
riocaesar @ 3 years ago
Halo ariandhita

Artikel yang sangat menarik sekali, dari kesekian efek samping penggunaan obat-obatan analgetik atau penghilang nyeri non steroid adalah efek ke lambung. Sebagai pengalaman, saya pribadi memiliki pasien yang meninggal akibat penyalahgunaan obat-obatan anti nyeri non steroid ini untuk menghilangkan rasa nyeri di daerah persendian lutut. Selama 1 tahun ini dia rutin mengonsumsi obat jenis anti nyeri ini, hingga waktu itu datang ke saya dengan keluhan muntah-muntah hebat yang disertai darah, dan ternyata setelah dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, ia menderita perdarahan atau luka atau lebih sering disebut juga sebagai tukak lambung.

Satu hari kemudian pasien ini meninggal akibat infeksi berat pada selaput dinding perut karena kebocoran lambung dan asam lambung yang sangat korosif ini mencemari seluruh isi rongga perut.

Untuk itu memang penggunaan obat anti nyeri sekalipun non steroid, harus dalam pengawasan dokter, dan sebaiknya memang para pembaca tidak mengobati sendiri untuk masalah seperti ini.
medicalera.com
riocaesar @ 3 years ago
Halo ariandhita

Artikel yang sangat menarik sekali, dari kesekian efek samping penggunaan obat-obatan analgetik atau penghilang nyeri non steroid adalah efek ke lambung. Sebagai pengalaman, saya pribadi memiliki pasien yang meninggal akibat penyalahgunaan obat-obatan anti nyeri non steroid ini untuk menghilangkan rasa nyeri di daerah persendian lutut. Selama 1 tahun ini dia rutin mengonsumsi obat jenis anti nyeri ini, hingga waktu itu datang ke saya dengan keluhan muntah-muntah hebat yang disertai darah, dan ternyata setelah dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam, ia menderita perdarahan atau luka atau lebih sering disebut juga sebagai tukak lambung.

Satu hari kemudian pasien ini meninggal akibat infeksi berat pada selaput dinding perut karena kebocoran lambung dan asam lambung yang sangat korosif ini mencemari seluruh isi rongga perut.

Untuk itu memang penggunaan obat anti nyeri sekalipun non steroid, harus dalam pengawasan dokter, dan sebaiknya memang para pembaca tidak mengobati sendiri untuk masalah seperti ini.