Login FB
Tentang Penulis

Keracunan Oksigen: Kelebihan Oksigen Juga Tidak Bagus

Info Oleh Sabrang | General Health | 2 years ago
medicalera.com

Mungkin anda pernah mendengar cerita tentang seorang bayi prematur, yang ditaruh dalam inkubator, lalu diberi oksigen berlebihan, kemudian menjadi buta. Bukannya oksigen itu penting, jadi kenapa kelebihan oksigen malah menjadi buruk?

Kita bernafas dengan menghirup oksigen yang kita dapatkan dari udara (udara mengandung 21% oksigen). Oksigen itu memang penting bagi nafas kehidupan, karena jika kekurangan oksigen dapat terjadi hipoksia, bahkan anoksia yang berakhir dengan kematian. Jadi karena oksigen itu baik, kita berpikir tentu menghirup 100% oksigen itu bakal lebih baik lagi untuk tubuh kita. Padahal tidak, malah buruk jadinya. Oksigen yang murni itu bisa menjadi racun jika dipergunakan dengan tidak benar.

Lho, bagaimana dengan orang-orang yang dirawat di rumah sakit yang diberi selang oksigen lebih dari 21% itu? Mereka diberi oksigen lebih dari 21% karena tubuh mereka memang kekurangan oksigen atau membutuhkan oksigen lebih banyak sesuai beratnya penyakitnya dan cara terapi penyakit tersebut menurut ilmu medis, jadi kebutuhan oksigen mereka lebih banyak daripada orang yang sehat. Tubuh orang sehat tidak membutuhkan oksigen sebanyak orang yang sakit, dan jika kebanyakan, tubuh bisa ngambek. Bahkan kebanyakan oksigen dianggap menimbulkan radikal bebas. Kasus keracunan oksigen ini, umumnya terjadi pada penyelam laut dalam (yang pakai tabung oksigen), orang yang menjalani terapi hiperbarik dan pada bayi prematur yang diberi oksigen dalam inkubator.

medicalera.com
Oksigen berlebih: gunakan sesuai aturan dan kebutuhan

1. Efek Keracunan Oksigen pada Sistem Syaraf Pusat
Efeknya dapat muncul dalam beberapa menit setelah menghirup terlalu banyak oksigen. Gejalanya hampir sama denga gejala pada orang yang epilepsi, sehingga tentu menambah bahaya tenggelam jika terjadi pada penyelam. Terbagi menjadi beberapa fase:

Fase keracunan oksigen yang pertama terjadi adalah fase Pre-Tonic Build-Up, dimana pada fase awal ini dapat dirasakan âtwitchâ atau gerakan otot kecil pada bibir atau otot muka lainnya (ya, dibalik kulit muka yang tipis itu ada ototnya juga, meskipun kecil-kecil). Dapat dirasakan juga rasa pusing, mual, pernafasan dapat menjadi tidak teratur, susah konsentrasi, kebingungan, mati rasa, dan kesemutan. Muka juga menjadi lebih pucat karena kelebihan oksigen dalam darah menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) pada muka. Jika anda menghirup oksigen berlebih dan gejala ini muncul, segera ganti hirup ke udara biasa saja.

medicalera.com

Fase berikutnya adalah fase Tonik, dimana otot-otot menjadi kaku sehingga tidak bisa bernafas, karena yang menggeraknan dada dan perut untuk bernafas itu otot. Dapat berlangsung selama beberapa menit. Lalu diikuti fase Klonik, dimana penderita kejang-kejang selama beberapa menit. Pernafasan mulai bekerja kembali. Fase terakhir adalah fase Relaksasi, dimana otot-otot menjadi lemas, penderita kebingungan atau bengong dan sudah bernafas lagi. Tentu saja jika seorang penyelam mengalami serangan keracunan oksigen ini saat di dalam air, sudah selayaknya teman-temannya membantu membawanya keluar dari air sebelum penyelam tadi makin dalam tenggelam.

Saat fase klonik, penderita harus dipegang agar tidak jatuh. Nah, saat penderita sudah masuk fase relaksasi, Jalur pernafasan (airway) harus dibuka dengan cara kepala diposisikan menengadah, dan mulut harus dibuka. Muntah yang tersisa di mulut sebaiknya dikeluarkan, tapi hati-hati bagi penolong jangan memasukkan jari ke mulut penderita, kalau-kalau terjadi kejang lagi, nanti jari penolong bisa tergigit.

Keadaan seperti capek, stress, lelah, karbon dioksida yang berlebihan, tubuh terendam di air dingin, atau kondisi tubuh yang sedang lemah akan meningkatkan kemungkinan terjadinya keracunan oksigen ini.


2. Efek Keracunan Oksigen pada Paru-Paru
Saat paru-paru terekspos dengan oksigen yang berlebih dan dalam waktu lama (terus-menerus), terjadi kerusakan secara bertahap. Pertama, terjadi timbunan infiltrat / cairan pada jaringan paru (edema). Lalu terjadi kerusakan pada alveoli dan pembuluh kapiler paru tadi, menyebabkan pendarahan (hemoragi). Setelah itu, tubuh berusaha menyembuhkan dirinya, sehingga daerah yang rusak di paru-paru tadi menjadi lebih tebal dan keras daripada sebelumnya (seperti jika kita luka di kulit, bekas lukanya tentu tidak sebagus kulit sehat sebelumnya, apalagi yang bakat keloid.). Kapasitas paru berkurang karena dinding pembatas antara alveoli dan pembuluh darah kapiler paru tadi menebal. Hal menyebabkan atelektasis, yaitu keadaan anatomis dimana volume ruang udara pada paru berkurang.

medicalera.com
Pertama terjadi edema, lalu hemoragi, akhirnya atelektasis.

Adapun keluhan yang dapat muncul adalah: batuk-batuk, rasa nyeri / sakit didalam dada, sulit bernafas, deman, telinga berdenging, mual, muntah, dan kecapaian. Semua gejala tersebut bisa berkurang perlahan dengan cara yang sangat mudah, yaitu berhenti menghirup oksigen berlebihan dan mulai menghirup udara yang biasa (sehari-hari) saja. Udara biasa ini gratis dan kadar oksigennya sesuai untuk orang sehat.


3. Efek Keracunan Oksigen pada Mata
Pada orang dewasa, dapat menjadi rabun jauh (myopia) yang dapat membaik seiring berjalannya waktu. Tetapi pada bayi yang lahir prematur, dapat terjadi kerusakan mata yang sampai kepada kebutaan.

Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu terlepasnya retina dari tempatnya di dalam bagian belakang mata. Retina sendiri fungsinya menerima gambaran penglihatan, jadi jika retina tidak pada tempatnya, maka gambaran penglihatan tidak bisa masuk untuk diterima otak. Diduga terjadi karena terpapar oksigen berlebihan menimbulkan celah di antara sel spindel mesenkimal mata. Celah ini mengganggu pembentukan pembuluh darah mata yang normal (yang memberi makan retina).

medicalera.com
Lihat retina yang warna kuning itu. Harusnya dia menempel di dinding putih di belakangnya.

Tapi tentu saja retinanya tidak langsung terlepas, tetapi bertahap (ada 5 stage). Maka jika ROP ini sampai terjadi, harus segera diterapi sebelum memberat sampai ke kebutaan. Tapi jangan langsung mencabut selang oksigen dari inkubator bayi yang prematur., karena bayi prematur selain tidak boleh kelebihan oksigen, mereka juga tidak boleh kekurangan oksigen. Jika bayi prematur kekurangan oksigen dapat menyebabkan kerusakan otak bernama Cerebral Palsy.

Akan tetapi jika terkena ROP ini janganlah berkecil hati melainkan teruslah berprestasi seperti Stevie Wonder, seseorang yang dulu juga terkena ROP.

medicalera.com
Kekurangan bukan halangan untuk berkarya

Dapat disimpulkan bahwa keracunan oksigen itu bisa terjadi. Dan juga oksigen, seperti segala sesuatu, baik dan berguna pada kadar yang cukup, dan tidak baik pada kadar yang kelebihan maupun kekurangan. [sabrang]
Laporkan Thread Ini

Jika Anda suka dengan tulisan ini silahkan berbagi

Belum ada komentar.