Login FB
Tentang Penulis

Gurah Oke... Lendir Hilang... :)

Info Oleh LaurensiusWidi | Gaya Hidup Sehat | 2 years ago
medicalera.com

Definisi Gurah

Gurah dalam kehidupan sehari-hari cukup dikenal secara luas oleh masyarakat, beberapa orang memiliki definisi tersendiri tentang gurah, “Gurah merupakan proses mengeluarkan slem (dahak atau lendir) yang ada di rongga hidung dan tenggorokan. Untuk membersihkan lendir, agar nafasnya tidak sulit terutama buat orang yang sering pilek, sinus dan mungkin juga asma. Tapi ada juga yang melakukan gurah, dengan tujuan memperindah suara. Mengenai keampuhannya, seperti individual sifatnya, sama jika ditanya sakit atau tidak, ada yang bilang sakit sekali, ada juga yang bilang, sakit tapi masih bisa ditolerir, yang penting sembuh”

Sejarah Gurah

Gurah merupakan cara pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Dulu praktek pengobatan Gurah ini lebih dikenal khususnya oleh kalangan Pesilat, Ahli Meditasi (pertapa) Dalang dan Pesinden yang menginginkan suaranya nyaring. Pada zaman dahulu ilmu gurah dikuasai oleh para Kyai atau guru mengaji untuk menggurah santri-santrinya agar suara menjadi bagus atau merdu dalam membaca ayat–ayat suci Al–Qur’an, yang kemudian belakangan ini sangat marak dikenal dan dilakukan oleh para Penyanyi.
Suara emas bagi seorang sinden atau penyanyi adalah aset yang perlu dijaga. Salah satunya dengan terapi gurah yang bermanfaat membersihkan lendir dan kotoran di saluran napas. Pengobatan Gurah telah sejak lama dipraktekkan di negeri tercinta Indonesia baik oleh masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Selain bermanfaat bagi mereka yang memang memerlukan suara bagus dan untuk perawatan kesehatan organ tubuh, bergurah juga sangat bermanfaat untuk membantu mengobati berbagai penyakit.

Perkembangan Lebih Lanjut

Dalam tradisi warga Imogiri, Bantul, Yogyakarta, gurah merupakan pengobatan tradisional yang dilakukan dengan meneteskan ekstrak daun Srigunggu (Clerodendron Serratum) ke mulut atau lubang hidung. Terapi ini sering dilakukan para sinden untuk menjaga kualitas suara agar tetap merdu.
Dalam perkembangannya, herbal yang digunakan tidak melulu daun Srigunggu. Beberapa terapis menggunakan jenis dedaunan dari tumbuhan berkhasiat lainnya, bahkan ada yang menggunakan bumbu-bumbu dapur seperti cabe dan kunyit. Tujuan dari gurah tersebut juga mengalami perkembangan, dari yang semula untuk membersihkan tenggorokan kini semua organ yang menghasilkan lendir bisa dibersihkan. Tak terkecuali untuk vagina, gurah diklaim bisa mengatasi keputihan atau sekedar mengurangi lendir supaya sensasi 'keset' lebih terasa.
Tentang keamanan gurah tersebut, praktisi pengobatan alternatif dari Sanjiwani Prima, Dipl Kfm Djohan Gozali Muda menjamin tidak ada efek samping selama bahan yang digunakan tidak sembarangan. Karena kadang-kadang pasien tidak tahu bahan apa yang digunakan serta melakukan di tempat-tempat yang kurang terpercaya. "Pada prinsipnya gurah hanya membersihkan kotoran, kadang-kadang dengan herbal tertentu bakteri juga bisa dibasmi. Terapi ini tidak memberikan efek samping asalkan herbal yang digunakan tidak sembarangan," ungkap Pak Djohan, demikian pria itu biasa dipanggil, saat dihubungi detikHealth, Rabu (5/1/2011).
Terobosan terpenting dalam terapi gurah adalah dengan teknik yang lebih modern, higienis, efektif, dan efisien yaitu dengan penyederhanaan cara gurah yang semula gurah tetes menjadi gurah kapsul. Banyak kelebihan yang dimiliki gurah kapsul, antara lain: tidak sakit seperti gurah tetes yang memaksa seluruh kotoran di daerah hidung dan tenggorokan keluar semua selama 2 sampai 3 jam. Dengan gurah kapsul, kotoran secara otomatis akan keluar lewat saluran metabolisme tubuh secara bertahap dan tidak terasa seperti lewat keringat, kencing, air mata, dan ketika buang air besar.

Jenis Gurah

Terdapat berbagai jenis gurah dan proses yang dilakukan dalam terapi dengan metode gurah, antara lain:
1. Gurah hidung
Gurah pada hidung sering disebut sebagai gurah Tetes. Gurah Tetes adalah cara membersihkan dan mengeluarkan lendir yang kotor, beracun dan mengandung berbagai kuman penyakit. Caranya dengan meneteskan ramuan khusus ke dalam hidung. Khasiat ramuan tadi membuat semua syaraf tubuh bereaksi menekan, mendorong dan mengeluarkan lendir kotor yang mengandung kuman penyakit dan mengandung racun (dari : kopi, rokok, alcohol, dan lain-lain). Lendir akan keluar lewat rongga hidung dan mulut. Sehingga seluruh pernafasan, pencernaan, dan darah akan bersih.
Proses gurah ini tidak sakit dan hanya membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 jam.
Dilakukan dengan cara meneteskan langsung ramuan gurah ke lubang hidung lalu pasien diminta tengkurap agar lendir kotor mengalir keluar. Jenis ini paling efektif dilakukan untuk membersihkan saluran napas termasuk untuk mengatasi gejala asma.

2. Gurah mulut
Untuk membersihkan lendir dan dahak di sekitar pita suara, ramuan gurah juga bisa diteteskan lewat mulut. Cara ini sama ampuhnya dengan gurah hidung karena di sekitar pangkal lidah terdapat percabangan antara saluran pernapasan dengan saluran pencernaan.

3. Gurah vagina
Menurut Pak Djohan, seorang terapis tidak melakukan gurah vagina melainkan hanya memberikan ramuan berikut instruksi atau petunjuk penggunaannya. Pasien akan memasukkan sendiri ramuan gurah (tersedia dalam bentuk padat bukan cair) ke dalam vagina untuk mengatasi keluhan lendir yang terlalu banyak.

Manfaat dari Gurah
a. Membuat suara menjadi: kuat, keras, nyaring lantang dan panjang.
Sangat cocok bagi ahli pidato, penceramah, reporter, pengkhotbah, protocol, pembawa acara atau MC, guru, dosen, dan lain-lain.
b. Menjadikan suara sangat : merdu, bersih, halus dan empuk. Sangat cocok bagi penyanyi, artis, qori-qoriah, qosidah, pesinden dan lain-lain.
c. Membesarkan volume paru-paru dan membuat napas lebih panjang dan sangat cocok bagi mereka yang menekuni olah napas tenaga dalam, yoga, meditasi, beladiri, atlit, olahragawan, pesenam dan lain-lain.
d. Pikiran jadi jernih, cerdas, pintar dan lebih pandai. Sangat cocok bagi siswa, mahasiswa, santri dan para penuntut ilmu.
e. Penyembuhan berbagai penyakit yang bisa disembuhkan dengan cara gurah :

    [*]TBC, asma, sesak napas, mengguk, dan penyakit paru-paru.
    [*]Sakit kepala, mudah pusing, stress, migrain.
    [*]Flu, pilek, alergi debu, hidung meler berkepanjangan.
    [*]Gangguan lambung, gangguan saluran pernafasan, saluran percernaan.
    [*]Melarutkan lendir yang mengganggu saluran pernafasan.
    [*]


medicalera.com

Penjelasan Tanaman Sirgugu

Tumbuhan sirgunggu berupa perdu yang tingginya 3 m. Daunnya bertangkai pendek, berbentuk bulat telur sampai memanjang, tebal dan kaku. Tepi daun beringgit. Bunganya berwarna putih-violet tersusun dalam malai. Buah yang berwarna hijau kehitaman berupa buah batu berbentuk bulat telur. Tumbuhan obat yang satu ini ternyata sudah banyak dimanfaatkan masyarakat sejak dulu. Akarnya diremas-remas halus dan ditelan untuk mendapatkan suara nan jernih. Seduhan akarnya merupakan obat asma, bronkhitis, atau sebagai peluruh air seni (kencing batu).
Praktek gurah menarik dikaji secara ilmiah. Untuk itu disiapkan akar sirgunggu dari lokasi yang sama. Sebagai langkah penelitian awal, bahan aktifnya diisolasi dan diuji daya antibakterinya. Dalam hal ini digunakan baktreri Streptococus beta haemolyticus, salah satu jenis pencetus penyakit radang tenggorokan.
Dari hasil isolasi diperoleh komponen utama dalam kulit akar berupa senyawa flavonoid dengan 3-OH. Sedangkan pengujian antibakteri memang menunjukkan, senyawa itu mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. beta haemolyticus. Namun, daya hambatnya terbilang kecil Hal ini mungkin disebabkan khasiat pengeluaran lendir sembari pesien tengkurap, sehingga bakterinya ikut keluar bersama lendir. Mekanismenya sendiri masih belum ditemukan. Dengan demikian, penggunaan sari akar sirgunggu untuk pengobatan radang tenggorok perlu dikaji lebih lanjut.

Semoga Bermanfaat... :)
Laporkan Thread Ini

Jika Anda suka dengan tulisan ini silahkan berbagi

Belum ada komentar.