Login FB
Tentang Penulis

Bintik Merah Bayi Setelah Demam

Tanya Jawab Oleh iyutimut | General Health | 2 years ago
Anak saya (8 bulan) 2 hari yang lalu demam hingga suhu tubuhnya hampir 39 derajat. Setelah demam reda,timbul bintik-bintik merah di wajah dan perutnya. Ada yang bilang itu biasa. Tetapi apakah pada saat keluar bintik -bintik tersebut bayi saya boleh terkena air(mandi)?, ada yang bilang jangan sampai kena air dan angin.
Laporkan Thread Ini

Jika Anda suka dengan tulisan ini silahkan berbagi

medicalera.com
dwiwulansari @ 1 year ago
Hi iyutimut (=^,^=)

Sekedar menambahkan jawaban dari rymi. Ada beberapa penyakit lain dengan ciri yang serupa seperti yang dikeluhkan yaitu:

1. Exantema Subitum.
Kelainan yang disebabkan karena infeksi virus inilah yang paling sering terjadi yang sering dianggap campak. Pada kelainan ini biasanya demam 1-3 hari setelah demam hilang baru timbul bercak kemerahan diseluruh tubuh yang mirip campak. Setelah timbul dalam 2-3 hari akan hilang tidak membekas. Bedanya pada campak bercak merah timbul demam masih terjadi, seminggu setelah itu timbul bekas kehitaman pada bercak merah yang ada. Kelainan ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.

2. DBD.
Pada awal perjalanan penyakit DBD pada hari ke 1-4 kadang juga disertai bercak kemerahan yang mirip campak. Bercak merah ini biasanya akan hilang setelah hari ke 5-7. Manifestasi ini sering dialami pada penderita alergi dengan riwayat kulit yang sangat sensitif.

3. Rubela.
Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Penyakit ini sering ringan dan serangan sering berlalu tanpa diketahui. Penyakit ini bisa berlangsung satu sampai tiga hari. Anak-anak sembuh lebih cepat daripada orang dewasa. Infeksi dari ibu oleh virus Rubella saat hamil bisa serius, jika ibu terinfeksi dalam 20 minggu pertama kehamilan, anak bisa lahir dengan sindrom rubella bawaan (CRS), yang memerlukan berbagai penyakit tak tersembuhkan yang serius. Aborsi spontan terjadi pada hingga 20% kasus. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan berisiko cacat.

4. Infeksi mononukleoss.
Mononukleosis Infeksiosa adalah penyakit yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr, salah satu dari virus herpes. Setelah menyususp ke dalam sel-sel di Hidung dan tenggorokan, virus ini akan menyebar ke limfosit B (sel darah putih yang bertanggungjawab terhadap pembentukan antibodi). Infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi dan bisa menyerang anak-anak, remaja dan dewasa.

5. Erupsi obat
Erupsi obat alergi atau allergic drug eruption adalah reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik. Pada pemeriksaan fisik, hampir di seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret. Pengobatannya dengan terapi sistemik berupa kortikosteroid dan antihistamin dan topikal.

6. Penyakit Kawasaki.
Sindrom Kawasaki adalah penyakit, sebagian besar bayi, yang mempengaruhi banyak organ, termasuk kulit, selaput lendir, kelenjar getah bening, dan dinding pembuluh darah, tetapi efek yang paling serius adalah pada jantung mana ia dapat menyebabkan dilasi aneurismal parah.

Demikian sedikit tambahan informasi dari saya, semoga bermanfaat ya. Xoxo, dws.
medicalera.com
rymi @ 2 years ago

Halo iyutimut,
terima kasih telah menggunakan layanan tanya jawab di medicalera.

Untuk melengkapi, bisakah saya mengetahui, sudah berapa lama anak anda demam? Apakah anda memberikan obat-obatan? Bagaimana bentuk bintik-bintik merah yang ada pada kulit bayi anda? Apakah hanya 'bintik' atau seperti bercak merah yang meluas? Bagaimana kondisi anak anda sekarang? Apakah masih aktif bermain atau lemas dan nafsu makan berkurang?

Bila bentuknya seperti bercak merah yang meluas, yang datang setelah anak demam (antara 38,5 - 40 derajat celcius) tanpa diserta batuk, pilek, radang, pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga, serta anak tidak rewel, maka kemungkinan anak ibu terkena Roseola infantum. Roseola infantum, biasanya ditandai dengan anak akan mengalami panas yang tinggi selama 2-3 hari. Setelah panas turun, akan timbul bintik merah. Namun setelah dua hari, bintik merah itu akan hilang sendiri.

Namun bila setelah 2 - 3 hari bintik tersebut tidak menghilang, malah menjadi seperti bintik yang menghitam, dengan disertai demam, batuk, pilek, anak menjadi lemah, maka harus diwaspadi adanya tanda - tanda penyakit campak. Kemudian masih ada beberapa tanda-tanda penyakit lain yang memiliki tanda-tanda 'bintik merah' yang muncul setelah demam. Sehingga akan lebih baik bila anda segera memeriksakan anak anda ke dokter terdekat untuk memastikan diagnosa penyakitnya.

Semoga membantu :)