Login FB
Tentang Penulis

Benarkah dia masih normal atau bisex

Info Oleh chiyo | General Health | 4 years ago
Gua kenal seorang cowok dah beristri beranak satu, pengakuan istri bahwa suaminya jarang sekali berhubungan intim dengannya (bisa tahan tidak ML selama kurang lebih 9 bulan loh...), bisa dikatakan bahwa jika istri tidak meminta maka suami tidak akan pernah minta untuk ML,si istri pernah menemukan FB kenakalan suami yang temannya semuanya lelaki, dan di HPnya terdapat foto bugil pria. namun sisuami beralasan bahwa facebooknya itu hanya cuma iseng saja dan foto bugil digunakan untuk dijual dan sisuami mengaku dia masih normal (sampai bersumpah-sumpah dengan menyebut nama tuhan loh...)
mohon petunjuknya dengan ciri-ciri diatas apakah bisa dianggap normal atau masuk kategori bisex
Laporkan Thread Ini

Jika Anda suka dengan tulisan ini silahkan berbagi

medicalera.com
Takashi @ 3 years ago
Menambahkan ya:

TIDAK ADA hukum tertulis apapun yang melarang eksistensi ataupun perilaku homoseksual di Indonesia. Homoseksualitas tidak dilarang secara hukum di Indonesia, terutama jika dilakukan diantara dua orang dewasa tanpa adanya unsur pemaksaan. KU HP hanya mengatur perbuatan cabul antara orang dewasa dengan anak dibawah umur dengan adanya unsur pemaksaan, atau dengan partner yang berada dalam keadaan tidak sadar (pingsan) ataupun yang tidak berdaya. Pelanggaran atas aturan ini adalah ancaman pidana selama maksimal 9 tahun.


Pada tahun 1974 Himpunan Psikiatri Amerika (American Psychiatric Association, APA) telah mencabut homoseksualitas dari daftar penggolongan dan diagnosis gangguan jiwanya.


Sejak tahun 1983, psikiater-psikiater di Indonesia telah sepakat bahwa homoseksualitas tidak dapat lagi disebut penyimpangan seksual. Pada tahun itu penggolongan dan diagnosis homoseksualitas telah diubah dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) II, sehingga hanya homoseksualitas ego-distonikâlah yang dianggap mengalami gangguan jiwa. Homoseksual ego-distonik adalah mereka yang memiliki konflik kejiwaan akibat perasaan bersalah atas keinginan homoseksualnya itu.
medicalera.com
riocaesar @ 4 years ago
Istilah biseksual adalah istilah yang awalnya dipergunakan oleh orang-orang awam (dahulu kata ini sempat digunakan dalam hal ilmiah) untuk menunjukkan seseorang yang melakukan praktek atau tidak melakukan praktek seks atau sekedar suka kepada kedua jenis kelamin. Namun pada kenyataannya di lapangan seseorang mengaku biseksual hanya sebagai peringanan atau penyangkalan dari seorang yang pure homoseks kalau ia masih mampu menyukai lawan jenis. Bisa saja bila ia seorang gay karena dipaksa nikah oleh orangtuanya sehingga ia mendapatkan julukan biseksual.

Karena saat ini kata biseksual atau gay dalam dunia kesehatan tidak dipergunakan lagi karena memang tidak cocok bila dinilai dalam hal resiko penularan IMS (Infeksi Menular Seksual) sehingga cukup dipergunakan kata LSL bagi pria manapun mau ia mengaku pure gay, biseksual, atau sejenisnya apabila ia pernah melakukan praktek hubungan seks sesama jenis tetap ia digolongkan sebagai LSL.
medicalera.com
chiyo @ 4 years ago
Mengapa pihak Departement kesehatan tidak memasukkannya dalam kategori BISEX ya? dan mengapa harus menunggu si obyek melakukannya terlebih dahulu. sedangkan jika dilihat sudah ada tanda-tanda menuju kearah BISEX.
mohon penjelasannya ya mas....
medicalera.com
pandi @ 4 years ago
Orientasi sexsual yg berlebihan tentunya bisa dibilang kelainan dong..klo orientasi sexualnya misalkan hanya untuk istrinya tau lawan jenisnya mungkin itu wajar ya seperti meng exploitasi gitu..??
medicalera.com
riocaesar @ 4 years ago
Saat ini departmen kesehatan dan badan kesehatan dunia atau WHO tidak menkategorikan masalah bisex homosex gay dan sebagainya, karena hal itu lebih ke arah masalah stigma yang ditimbulkan oleh masyarakat pada pelakunya. Sekarang kita lebih ke arah penggunaan MSM (Men who have Sex with Men) atau dalam bahasa Indonesianya LSL (Lelaki Seks Lelaki) sehingga kini rata tidak hanya saja pria beristri, pria yang punya pacar, atau pria yang suka dengan lelaki asalkan dia pernah berhubungan seks dengan lelaki tetap dia adalah sebagai LSL.

Sebenarnya masalah hubungan seks yang dia lakukan dengan lawan jenis atau sesama jenis itu adalah masalah pribadi antara dia dengan yang Maha Kuasa atau dengan teman lawan mainnya. Kita tidak boleh beranggapan itu adalah hal \"normal\" atau \"tidak normal\" karena LSL bukan suatu kelainan jiwa, melainkan kelainan dalam hal orientasi seksual.